Kok Keong

Kok Keong adalah pria lulusan Graphic Design Nanyang Academy of Fine Arts Singapore tahun 1994. Kemudian ia menantang dirinya sendiri untuk mendapatkan pekerjaan di pasar paling kompetitif di Asia, yaitu Singapura. Kok Keong telah bekerja di beberapa perusahaan agency ternama seperti McCann Erickson, JWT, Wunderman and FCB. Ia kemudian pindah ke Malaysia pada tahun 2002 dan pernah bekerja di Havas, Publicis, DDB, TBWA and Dentsu. Pada bulan Mei 2016, ia menjabat sebagai Executive Creative Director di Hakuhodo Indonesia, posisi yang masih dijabatnya hingga hari ini.  

 

Di era digital, Kok Keong tetap melihat ide sebagai sebuah hal yang penting. Saat mengikuti tren dan teknologi baru, ia yakin ide-ide yang tidak biasa akan memenangkan pertempuran dan membantu banyak merek untuk bangkit dari kejamnya dunia periklanan. Ia memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Termasuk memenangkan 8 Agency of the Year Awards untuk 3 agensi di Spikes Asia, mendapat peringkat di lembaga Campaign Brief Asia, Penghargaan Indonesia Citra Pariwara dan Malaysia Kancil Awards.  

 

Hingga saat ini, Kok Keong telah membawa pulang lebih dari 190 penghargaan internasional dan regional termasuk 4 D&AD Pencil, Cannes, One Show, Clio, LIA, Australia Award, Spikes Asia, Apac Adfest, New York Fest, Busan Ad Stars and Effie Asia. Kok Keong telah bertugas di panel juri untuk beberapa acara penghargaan termasuk Spikes Asia 2014, AdFest 2015 dan 2017, Busan AdStar 2013, Malaysia Kancil Awards 2012 – 2015, dan Indonesia Citra Pariwara Awards 2015.

 

Pribadi seperti apa, dan bagaimana pemikirannya terhadap pekerjaan dan dunia kreatif saat ini? Simak obrolannya dengan JAXplus berikut ini!

Q: Ceritakan pada kami, apa pekerjaan yang sedang dilakukan sekarang ini?

A: Saya bekerja sebagai Creative Director, yang mana pekerjaan ini menurut saya sangat challenging sekaligus sangat menyenangkan bagi saya. Di Hakuhodo Indonesia ini saya tak hanya harus mengonTrol semua kegiatan kreatif yang berhubungan dengan klien-klien, tapi juga mengawasi dan mengamati dunia kreatif secara nasional dan internasional.

 

‘Saya selalu haus akan kreativitas’ 

 

Q: Apa yang membuat Anda selalu bersemangat?

A: Yang pasti tentunya keluarga, dan juga saya selalu haus akan kreativitas baik bagi diri saya sendiri maupun bagi tim saya.

 

Q: Semua manusia pasti punya ketakutan dalam hidupnya. Lalu apa ketakutan-ketakutan Anda?

A: Ketakutan saya adalah ketika saya tidak lagi kreatif. Selain itu saya juga takut akan kesehatan, tapi selama kita selalu menjaga kesehatan pastinya semua akan baik-baik saja, termasuk karir dan kehidupan saya di berbagai aspek.

 

Q: Dalam berkarya, biasanya dapat inspirasi dari mana?

A: Inspirasi biasanya datang dari mana saja, setiap saat dan dimana saja, dari obrolan dengan teman-teman, dari sosial media, atau pengalaman, semua bisa dijadikan inspirasi.

 

‘Selalu fokus, jangan selalu memikirkan uang’

 

Q: Apakah Anda pernah mengalami creative block atau stuck? Lalu biasanya apa yang Anda lakukan untuk mengatasinya?

A: Biasanya saya mencari beberapa referensi dari orang-orang creative lainnya, kemudian saya menganalisa ide-idenya. Jika masih kurang bias membuat saya kembali kreatif, biasanya saya pergi ke coffee shop atau café untuk menyegarkan pikiran. Biasanya saya harus mengganti lingkungan saya sejenak untuk mendapatkan pemikiran-pemikiran baru atau ide-ide dan inspirasi baru.

 

Q: Adakah tips atau masukan bagi para pelaku kreatif di luar sana?

A: Harus selalu fokus, jangan hanya selalu memikirkan nominal uang, percayalah, uang akan datang kepadamu selama kamu selalu konsisten dalam berkarya.

Leave a Comment

Pin It on Pinterest

Share This