Handoko Hendroyono

Sosok Handoko Hendroyono sudah banyak mencoba pengalaman di bidang kreatif. Lulusan FISIP UI ini memiliki hobi menggambar. Keinginannya untuk menjadi seorang desainer cukup besar kala itu. Tapi, ternyata nasib membawanya berkelana dari biro periklanan yang satu ke biro periklanan lainnya. Hingga akhirnya tahun 2014 Handoko memutuskan untuk meninggalkan dunia periklanan, karena menurutnya tak menarik lagi di matanya. Ia mulai menulis buku dan tertarik untuk membuat brand sendiri. Di tahun yang sama pula, dunia kreatif membawanya untuk menjelajahi dunia perfilman. Ia menjadi seorang produser untuk beberapa film, salah satunya Filosofi Kopi II. Ia juga membuat sebuah perusahaan bertajuk Creative & Co, yaitu content – collaboration – creation. Lalu bagaimana sebenarnya sosok Handoko itu sendiri? Simak perbincangannya dengan Jax+ berikut ini, yuk!

Q: Ceritakan, dong, apa sih pekerjaan yang Handoko jalani?

A: Saya sebenarnya melakukan banyak hal, macam-macam. Karena memang minat saya beragam. Yang utama saya itu adalah seorang content creator, graphic story teller, dan saya juga sebagai film produser.

 

“Inspirasi = The art of ‘kepepet”

 

Q: Biasanya Handoko dapat inspirasi dari mana saja?

A: Sebenarnya saya biasanya dapat inspirasi dapat dari ‘kepepet’. Banyak hal, bisa dari dalam diri saya sendiri, bisa juga berasal dari lingkungan sekitar saya.

 

“Stuck adalah makanan sehari-hari saya”

 

Q: Apakah Handoko pernah mengalami creative block? Biasanya melakukan apa untuk mengatasinya?

A: Tentu saja saya pernah mengalaminya. Walaupun bukan buntu soal inspirasi atau ide, tetapi lebih buntu dengan situasi yang ada dan harus mencari jalan keluar memecahkan masalah. Nah, seninya adalah ketika kita betul-betul harus mencari jalan keluarnya dan dunia kreatif justru semakin seru dengan adanya ‘stuck’ itu.

 

Q: Sebagai seorang manusia, tentunya Handoko memiliki ketakutan-ketakutan sendiri. Apa saja, sih ketakutan-ketakutan Handoko?

A: Ketakutan-ketakutan adalah sesuatu yang harus kita syukuri, karena ketakutan tersebut harus kita managed menjadi sebuah potensi yang positif sehingga kita bisa membuat atau menghasilkan karya-karya.

 

“Harus optimis terhadap masa depan”

 

Q: Adakah tips atau saran buat pekerja kreatif di luar sana?

A: Harus selalu optimis terhadap masa depan. Sebenarnya jujur saya selalu terinspirasi dari para anak muda. Jadi saya justru sebaliknya, saya banyak belajar dari anak muda.

 

Q: Apa yang membuat Handoko konsisten untuk terus berada dalam dunia kreatif ini?

A: Karena ada hal-hal yang menarik dari apa yang saya kerjakan, seperti saya sangat terdorong untuk melakukan hal-hal baru. Seperti contoh, saya belajar menjadi seorang produser film, dan ternyata sangat menantang. Saya juga tertarik untuk melakukan hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.

“Saya tidak pernah santai, karena harus berkarya terus”

 

Q: Ceritakan, dong, pengalaman menarik di dunia kreatif.

A: Ketika saya berkeliling di banyak kota di Indonesia dan menyadari betapa kayanya potensi yang kita miliki. Baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Tetapi saya menyadari, belum banyak semangat yang dirasa oleh bangsa ini untuk bisa menjadi produsen atau pembuat.

 

Q: Apa hobi Handoko?

A: menggambar dan berimajinasi.

 

Q: Sebutkan 3 kata yang mewakili sosok Handoko.

A: Tidak kreatif, curious, resah.

Leave a Comment

Pin It on Pinterest

Share This