Eric Widjaja

Menjadi seorang creative director bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Setidaknya seseorang harus memiliki kemampuan kreatif yang cukup tinggi. Eric Widjaja, selaku Founder dan Creative Director Thinking Room, Inc. sebuah studio desain grafis berbasis di Jakarta, Indonesia yang dibangun pada tahun 2005, dan telah menangani beberapa perusahaan nasional, multinasional dan institusi pemerintahan seperti Commonwealth Bank, Plaza Indonesia, Shangri-La, Sinarmas Land, Cork & Screw, Lola, Miniapolis, The Goods Dept•, Indoestri dan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif Indonesia). Bagaimana cerita tentang beliau menjalani hari-harinya di bidang kreatif? Simak obrolan JAXPlus dengannya berikut ini.

 

Q: Ceritakan, dong, apa sih pekerjaan yang Eric lakukan?

A: Saya disini sebagai Design Principal di Thinking Room, Inc. Saya bertugas menjaga semua pekerjaan berjalan dengan baik. Dari segi kualitas, konsistensi dan deliverables.

 

Q: Sebagai seorang manusia, apa, sih ketakutan-ketakutan Eric?

A: Boredom. Situasi dimana kita merasa bosan akan apa yang biasa kita kerjakan.

 

Q: Apakah Eric pernah mengalami creative block? Biasanya apa yang Eric lakukan untuk menanggulanginya?

A: Kembali ke proses yang sudah dijalani untuk mencari missing piece atau bahkan bisa juga, pada akhirnya, start from scratch.

 

Q: Apa yang membuat Eric terus termotivasi untuk berada dalam dunia kreatif ini

A: Insecure feeling, ketidakpastian membuat saya lebih termotivasi untuk membuat karya yang lebih lebih baik.

 

Through process you can appreciate the work you made

 

Q: Dapat inspirasi biasanya dari mana saja?

A: Dari hasil diskusi dengan teman-teman, keluarga, atau hasil kontemplasi diri sendiri.

 

Q: Apa saja yang mas Eric kerjakan jika ada waktu luang?

A: Reading books, mostly autobiographies.

 

Q: Bisakah kreativitas dibangun saat dalam keadaan terdesak?

A: Keadaan terdesak kadang dapat memicu kita untuk menjadi lebih taktis dan praktis dalam menemukan jalan keluar. Untuk membangun kreativitas sangatlah mungkin, untuk mendapatkan kreativitas yang tepat belum tentu terjadi.

 

Q: Menurut Eric, apakah dunia kreativitas itu memiliki masa depan yang cerah dan bisa dijadikan sebagai profesi dalam jangka panjang?

A: Asal kita menjalankannya sungguh-sungguh

 

Q: Jika Eric dilahirkan kembali, inginnya menjadi/berprofesi sebagai apa?

A: Client.

 

Q: Terkadang dunia kreatif tidak memiliki jam kerja yang normal, bagaimana membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga?

A: Dengan menetapkan jam kantor dan berusaha menjalankannya dengan baik, walaupun kadang sulit.

 

Q: Bicara tentang kreativitas, apa pesan dan pesan buat para millenials yang ingin bekerja di bidang ini?

A: Process is way more important than the final output.

 

Q: Siapa, sosok Eric Widjaja sesungguhnya? (sebutkan 3 kata yang mewakili)

A: Wreckless, Introvert, Agnostic (try not to be though)

 

Q: Siapa tokoh kreatif yang menjadi panutan Eric? (jika ada)

A: Rock musicians.

 

Q: Apa hal yang paling diingat dalam berprofesi sebagai creative director?

A: Make sure everything in the right direction.

Leave a Comment